Sadis! Geng Motor di Tasik Berulah, Korban Dapat 53 Jahitan dan Jari Tangan Nyaris Putus

Berita84 Dilihat

Minggu, 17 Desember 2023 – 15:08 WIB

Tasikmalaya – Dua pria jadi korban penganiayaan sadis yang diduga dilakukan geng motor. Kedua korban dianiaya saat jalan kaki di Jalan SL Tobing, Kota Tasikmalaya, Minggu pagi.

Baca Juga :

Suami Aniaya Istri Sampai Meninggal Dunia Karena Marah Handphonenya Hendak Dicek

Kedua korban adalah Rian (36) warga Babakan Kaler, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya dan Atang (32) warga Sambong Tengah, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Imbas penganiayaan itu, dua korban mengalami luka serius di bagian kepala. Rian alami luka di bagian kepala hingga dapat 40 jahitan. Lalu, jari kelingking tangan Rian nyaris putus hingga dapat 13 jahitan. Sementara, Atang juga alami luka serius di bagian kepala serta dapat 10 jahitan serta luka ringan di bagian tangan.

Baca Juga :

Keributan di Masjid Kediri, Warga dan Ahli Waris Bertikai Gegara Berebut Jadi Imam Salat Magrib

Salah seorang korban Atang menceritakan, kejadian berawal saat Rian sedang berjalan kaki menuju pulang ke rumah usai dari pasar Cikurubuk. Namun, tiba-tiba ia dipepet gerombolan geng motor yang diperkirakan berjumlah sekira 15 motor. Para pelaku sambil menggeber knalpot bising.

“Saya pulang dari pasar jalan kaki. Terus ada sekitar 15 motor ngagerung – gerung (menggeber knalpot bising) melempar batu ke saya ke kaki. Setelah itu, mereka balik lagi nyusul terus saya disiksa,” kata Atang, Minggu, 17 Desember 2023.

Baca Juga :

Hilang 2 Hari, Nelayan Usia 70 Tahun Ditemukan Tewas di Waduk Malahayu Brebes

Korban kebrulatan geng motor di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Atang mengatakan, setelah memepet kemudian para pelaku menganiaya dirinya secara brutal dengan memakai bongkahan batu. Kemudian, temannya dibacok kepalanya menggunakan botol minuman keras. Pelaku juga sempat mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Baca Juga  Hujan Disertai Petir Diprakirakan Turun di Jakarta Selatan Hari Ini

“Kalau temen mah dihajar pake botol minuman, kalau saya mah pake batu. Senjata tajam ada jenis celurit, tapi cuma ngancam aja. Kalau batu mah dihajar ke kepala saya, kalau temen pake pecahan botol,” jelasnya.

Dia mengaku, para pelaku menganiaya dirinya dan temannya tanpa basa-basi. Dia tak menyangka akan terjadi insiden tersebut karena para pelaku ujug-ujug menyerang sambil menggeber knalpot bising. Kemudian, setelah menganiaya, para pelaku langsung tancap gas melarikan diri.

“Tanpa basa-basi langsung hajar aja, sebelumnya gak ada apa-apa. Saat mereka menggeber motor, mereka berkata paling saya mati katanya. Habis keluaran darah, mereka langsung lari,” ujar Atang.

Atang menuturkan, usai kejadian tersebut, warga membawa dirinya dan Rian ke klinik terdekat. Ia pun berharap, kasus penganiayaan yang menimpanya bisa segera terungkap dan pelaku ditangkap. Pihak keluarga juga akan secepatnya melaporkan kejadian itu ke polisi

“Saya luka cuma di kepala yang parah, kalau temen saya lebih parah di kepala dan jari tangannya hampir putus. Saya berharap kasusnya diungkap, pelakunya cepat ditangkap,” ujar Atang.

Laporan: Denden Ahdani – Tasikmalaya, tvOne

Halaman Selanjutnya

“Kalau temen mah dihajar pake botol minuman, kalau saya mah pake batu. Senjata tajam ada jenis celurit, tapi cuma ngancam aja. Kalau batu mah dihajar ke kepala saya, kalau temen pake pecahan botol,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *