Pneumonia Marak di China, WHO Desak Warga Gunakan Masker

Berita97 Dilihat

Rabu, 29 November 2023 – 15:32 WIB

VIVA Dunia – Di tengah merebaknya kasus pneumonia misterius yang menimbulkan kekhawatiran di beberapa wilayah China, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak warganya untuk memakai masker, mematuhi jarak sosial, dan tinggal di rumah jika merasa tidak sehat. 

Baca Juga :

Setelah China, Kasus Pneumonia Anak Juga Meningkat di Belanda

Langkah-langkah ini mengingatkan warga pada pandemi Covid yang pernah berlangsung selama tiga tahun, dan telah membuat seluruh dunia terhenti.

Warga Beijing memakai masker untuk melindungi diri dari COVID-19.

Photo :

  • AP Photo/Mark Schiefelbein.

Baca Juga :

Wabah Pneumonia Misterius Merebak di China, Ini yang Perlu Kamu Ketahui

Saran WHO ini muncul setelah kasus-kasus “pneumonia yang tidak terdiagnosis” terdeteksi di rumah sakit di Beijing dan Liaoning, sebuah provinsi yang berjarak hampir 800 kilometer di timur laut ibu kota China. 

Wabah yang tiba-tiba ini dilaporkan membuat fasilitas kesehatan kewalahan dengan “anak-anak yang sakit”, sehingga menyebabkan liburnya sekolah. 

Baca Juga :

Ahli Sebut Pneumonia Anak di China Punya Pola yang Familiar, Apa Itu?

Menurut laporan Hindustan Times, anak-anak yang terinfeksi mengalami radang paru-paru dan demam tinggi, namun tidak mengalami batuk atau gejala lain yang menandakan flu, RSV, atau penyakit pernapasan lainnya.

Wabah ini telah memicu peringatan dari ProMed, sebuah sistem pengawasan penyakit yang sebelumnya menimbulkan kekhawatiran mengenai infeksi misterius di Wuhan pada akhir tahun 2019, yang kemudian berubah menjadi pandemi Covid. 

Menurut laporan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyarankan warganya untuk memakai penutup wajah atau masker, menghindari kontak dengan orang yang sakit, dan tetap tinggal di rumah jika merasa tidak sehat.

Selain itu, sayap kesehatan masyarakat internasional PBB telah meminta pihak berwenang China untuk mengungkapkan “informasi rinci” mengenai wabah misterius tersebut.

Sebelumnya pada tanggal 13 November, para pejabat China mengaitkan peningkatan tajam penyakit pernapasan ini dengan pelonggaran pembatasan lockdown dan menyalahkan Mycoplasma pneumoniae, bakteri yang menyebabkan infeksi paru-paru.

Para pejabat juga mengklaim bahwa lonjakan tersebut disebabkan oleh virus pernapasan syncytial (RSV) dan Covid.

Sementara itu, WHO juga merekomendasikan agar warga negara China melakukan tes dan mencari perawatan medis jika diperlukan. Disarankan untuk memastikan ventilasi yang baik dan mencuci tangan secara teratur.

Halaman Selanjutnya

Menurut laporan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyarankan warganya untuk memakai penutup wajah atau masker, menghindari kontak dengan orang yang sakit, dan tetap tinggal di rumah jika merasa tidak sehat.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *