Lahan 4 Hektare di Desa Sukamulya Sukabumi Terbakar, Diduga Disengaja

Berita189 Dilihat

Jabar: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Sukamulya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin, 7 Agustus 2023. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi bersama Pemdes Sukamulya dan warga Desa Sukamulya berusaha memadamkan api.
 
“Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar empat hektare hutan dan lahan yang berada di Kampung Ciangsana, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar,” kata Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi.
 
Informasi yang dihimpun, karhutla terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Kebakaran ini diduga ada unsur kesengajaan dari pihak perusahaan yang mengelola lahan itu. Diduga perusahaan yang sedang melakukan cut and fill itu sengaja membakar lahan untuk menghilangkan ilalang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Namun, api yang sengaja dinyalakan untuk membakar lahan yang ditumbuhi ilalang tersebut malah merambat hingga hutan dan hampir ke permukiman warga. Untuk mengantisipasi kebakaran semakin meluas dan jatuhnya korban jiwa, petugas gabungan yang dibantu para pemuda dari Karang Taruna Desa Sukamulya melakukan pemadaman api,” ujar Sutisna.
 
Untuk memadamkan api, tiga unit mobil damkar dari Dinas Damkar Kabupaten Sukabumi dikerahkan ke lokasi. Berkat kerja sama semua pihak, api akhirnya tidak merambat sampai ke permukiman warga dan berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian atau pukul 19.30 WIB.
 
Daeng mengatakan dari hasil peninjauan dan pendataan, akibat kebakaran ini luas lahan dan hutan yang terdampak seluas empat hektare. Hingga kini petugas damkar masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan guna mengantisipasi masih adanya bara api.
 

“Meskipun tidak ada korban jiwa pada kebakaran ini, tetapi apa yang telah dilakukan oleh oknum perusahaan dengan cara membakar lahan sangat tidak dibenarkan apalagi saat ini sedang kemarau yang bisa saja api merambat ke permukiman warga,” ujar dia.
 
Ia mengimbau siapapun agar pada kemarau ini tidak melakukan aktivitas yang berpotensi terjadinya bencana kebakaran baik di permukiman, lahan maupun hutan.
 

“Dengan lingkungan yang kering, percikan api bisa dengan cepat membesar jika terkena barang atau benda mudah terbakar seperti ilalang atau pepohonan kering,” katanya.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(NUR)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Menteri Arifin Ungkap Cadangan Mineral Tambang Grasberg Freeport Makin Menipis, Ada Tapinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *