Ilmuwan Punya Jawaban Kenapa Tidak Ada Bulan yang Terbentuk dari Gas

Berita150 Dilihat

Selasa, 5 Desember 2023 – 17:35 WIB

VIVA Digital – Semua planet di tata surya kita terdiri dari dua bentuk, yaitu berbatu dan gas. Tetapi semua bulan di tata surya kita dalam bentuk berbatu, bahkan yang mengorbit raksasa gas Jupiter.

Baca Juga :

Berapa Lama Lagi Bumi akan Bertahan?

Lantas, mengapa tidak ada bulan yang terbuat dari gas?

Mengutip laporan Space, Selasa, 5 Desember 2023, ada 2 alasan masuk akal mengapa tidak ada bulan yang berbentuk gas.

Baca Juga :

Setelah 50 Tahun, AS Akan Kembali ke Bulan pada 25 Januari 2024

Baca Juga :

Studi Terbaru Menyebutkan 1 Hari Akan Berlangsung 25 Jam

Di luar tata surya, terdapat lebih dari 5.500 eksoplanet yang sudah ditemukan, namun hanya 2 kemungkinan eksomoon (bulan diluar tata surya) yang terlihat, meskipun hal ini belum terkonfirmasi 100 persen.

Menariknya dari 2 eksomoon ini, keduanya disebut-sebut memiliki bentuk gas raksasa, yang mengorbit pada raksasa gas yang ukurannya jauh lebih besar lagi.

Sebelum mencari tahu mengapa bulan tidak diciptakan dalam bentuk gas, sepertinya akan lebih baik jika kita membahas mengenai bagaimana planet gas terbentuk. Ada 2 skenario pembentukan planet gas yang diketahui, yakni formasi bottom-up kemudian satunya lagi top-down

Pembentukan planet gas bottom-up

Skenario dari bawah ke atas ini adalah proses terbentuknya planet gas raksasa yang ada di tata surya kita. Para ilmuwan meyakini pada 4,5 miliar tahun lalu matahari masih dikelilingi piringan gas dan debu.

Itu adalah piringan protoplanet tempat semua planet terbentuk. Pertama, mereka menumpuk sebagai benda-benda berbatu, terus tumbuh ketika mereka mengumpulkan debu, kerikil, dan asteroid.

Ilustrasi Bumi dan Bulan.

Ilustrasi Bumi dan Bulan.

Begitu tumbuh menjadi sebesar itu, planet gas ini memiliki gravitasi yang kuat untuk menarik gas dari piringan protoplanet.

Berapa banyak gas yang dikumpulkan tergantung besar gravitasinya dan berapa gas yang tersedia di sekitarnya.

Pembentukan planet top-down

Skenario top-down terbentuk langsung dari gumpalan gas yang runtuh di nebula, awan antarbintang yang terdiri dari debu, gas dan plasma.

Namun, ada jumlah massa minimum yang bisa dihasilkan oleh proses pembentukan top-down. Saat gumpalan besar gas berkontraksi karena gaya gravitasinya sendiri, ia memanas karena gas tersebut diremas menjadi volume yang semakin kecil dan padat.

Foto ilustrasi asteroid menghantam bulan

Foto ilustrasi asteroid menghantam bulan

saat gas dalam kondisi panas, ia mengambang sehingga agar tetap berkontraksi, gumpalan gas tersebut harus mengeluarkan kelebihan panas. Akibatnya, astronomi sering melihat awan gas yang runtuh bersinar dalam cahaya energi inframerah termal.

Namun, ada faktor pembatas yang disebut batas opacity untuk fragmentasi. Sam Pearson dari Badan Antariksa Eropa (ESA) mengatakan, proses itu akan memancarkan panas yang cukup sehingga gas dapat mendingin dan tetap runtuh bergantung pada opasitas debu, serta suhu dan kepadatannya.

Semakin kecil volumenya, debu menjadi semakin pekat dan buram, dan proses pelepasan panas berlebih akibat kontraksi gravitasi menjadi semakin tidak efisien. Jadi, tidak ada benda yang lebih kecil dari 3 kali massa Jupiter yang bisa terbentuk dalam proses top-down.

Jawaban mengapa tata surya tidak memiliki bulan gas.

Sebagian besar bulan di tata surya terbentuk melalui proses akresi inti dari bawah ke atas. Hal itu terjadi dalam cakram material sisa yang mengelilingi planet induknya.

Ilustrasi Gerhana Bulan Total

Ilustrasi Gerhana Bulan Total

Halaman Selanjutnya

Pembentukan planet gas bottom-up

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *