Harga Referensi CPO hingga Biji Kakao Naik Periode Oktober 2023

Berita130 Dilihat

Minggu, 1 Oktober 2023 – 10:06 WIB

Jakarta   Harga Referensi produk minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit periode 1–15 Oktober 2023 sebesar US$827,37 per metrik ton. Nilai itu naik US$28,54 atau 3,57 persen dari Harga Referensi CPO periode 16-30 September 2023.

Baca Juga :

New Corolla Altis Diluncurkan, Ini Fitur Barunya

Adapun penetapan Harga Referensi CPO tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1698 Tahun 2023, tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

“Saat ini, harga referensi CPO meningkat menjauhi ambang batas yang sebesar US$680/MT. Untuk itu, merujuk pada PMK yang berlaku saat ini, pemerintah mengenakan bea keluar CPO sebesar USD 33/MT dan pungutan ekspor CPO sebesar US$85/MT untuk periode 1-15 Oktober 2023,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Budi Santoso dalam keterangannya dikuti Minggu 1 Oktober 2023.

Baca Juga :

Rupiah Menguat di Tengah Gejolak Ekonomi AS

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit.

Budi menjelaskan, peningkatan Harga Referensi CPO dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adanya peningkatan permintaan yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksi. Serta kenaikan harga minyak nabati lainnya.

Baca Juga :

Mendag Zulhas Bongkar Praktik Predatory Pricing, Harga Produk Dijual Setengah Harga

Sementara itu, Harga Referensi biji kakao periode Oktober 2023 ditetapkan sebesar US$3.622,88/MT, meningkat sebesar US$183,16 atau 5,32 persen dari bulan sebelumnya. Hal ini berdampak pada peningkatan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Oktober 2023 menjadi US$3.307/MT, naik US$178 atau 5,7 persen dari periode sebelumnya.

Baca Juga  Hadirkan Suasana Baru dalam Rumah, Inilah 3 Warna Cat Populer di 2023

Peningkatan harga ini berdampak pada BK biji kakao, yaitu menjadi sebesar 15 persen sesuai Kolom 4 Lampiran Huruf B pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/0.10/2022 jo.Nomor 71 Tahun 2023.

“Peningkatan Harga Referensi dan HPE biji kakao dipengaruhi adanya penurunan produksi biji kakao di wilayah Afrika sebagai sentra produsen kakao dunia, akibat kekeringan sebagai dampak dari El Nino. Dan penyakit busuk buah serta melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat dan poundsterling Inggris,” jelasnya.

Di sisi lain, terang Budi, HPE produk kulit periode Oktober 2023 tidak berubah dari bulan sebelumnya. Sedangkan HPE produk kayu periode Oktober 2023 meningkat pada beberapa jenis kayu yaitu kayu gergajian dengan luas penampang 1.000 mm2 s.d. 4.000 mm2 dari jenis rimba campuran, sortimen lainnya jenis jati dan sortimen lainnya dari hutan tanaman jenis sengon.

Kemudian penurunan pada beberapa jenis kayu yaitu veneer dari hutan tanaman, kayu dalam bentuk keping atau pecahan (wood in chips or particel), keping kayu (chipwood), dan kayu gergajian dengan luas penampang 1.000 mm2 hingga 4.000 mm2 dari jenis sortimen lainnya dari hutan tanaman, misalnya jenis balsa dan eucalyptus.

Halaman Selanjutnya

“Peningkatan Harga Referensi dan HPE biji kakao dipengaruhi adanya penurunan produksi biji kakao di wilayah Afrika sebagai sentra produsen kakao dunia, akibat kekeringan sebagai dampak dari El Nino. Dan penyakit busuk buah serta melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat dan poundsterling Inggris,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *