Genjot Ekspor ke Pasar Non-Tradisional, Zulhas Ungkap Strateginya

Berita56 Dilihat

Selasa, 20 Februari 2024 – 16:21 WIB

Jakarta – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan, pemerintah bakal terus menggenjot upaya pembukaan pasar ekspor di Amerika Latin, ataupun di pasar-pasar non-tradisional lainnya. Hal itu diutarakannya di pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2024, yang disiarkan secara live di YouTube Kementerian Perdagangan.

Baca Juga :

Zulhas Pamer Tren Surplus Neraca Dagang RI Selama 45 Bulan

Dia menjelaskan, saat ini pemerintah memang tengah berupaya untuk memperluas jangkauan pasar ekspor, dari yang tradisional seperti Amerika Serikat, China, Jepang, hingga Eropa, menjadi yang non-tradisional seperti Amerika Latin, Asia Timur, Afrika, dan Timur Tengah.

Karenanya, Zulhas pun menegaskan perlunya ada sejumlah terobosan baru, tenaga terampil, serta anggaran yang mencukupi untuk menggenjot pasar di Amerika Latin ataupun di pasar-pasar non-tradisional lainnya tersebut.

Baca Juga :

Zulhas Minta Jajarannya Fokus Jaga Harga Pangan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

“Tentu itu perlu perhatian, makanya perlu didukung oleh tenaga yang terampil dan anggaran,” kata Zulhas, Selasa, 20 Februari 2024.

Baca Juga :

Mengenal Beras SPHP yang Diandalkan Pemerintah Atasi Kelangkaan dan Meroketnya Harga

Meski demikian, Mendag mengakui bahwa hingga saat ini nilai ekspor Indonesia masih mengalami stagnasi di beberapa pasar, seperti misalnya di Afrika dan Amerika Latin. Maka dari itu, Zulhas memastikan bahwa Kemendag juga telah berkomitmen, untuk lebih fokus menggarap pasar-pasar yang pertumbuhannya lambat tersebut.

“Jadi ini Pak Djatmiko (Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional) dan kawan-kawan, perlu kesungguhan kita untuk fokus ke daerah-daerah yang belum berkembang,” ujar Zulhas.

Sementara dari sisi produk, Zulhas mengatakan bahwa beberapa komoditas yang bisa dikembangkan untuk pasar-pasar non-tradisional itu. Misalnya seperti makanan dan minuman, daging, sayur-sayuran, pakaian, sepatu, dan lain sebagainya.

Baca Juga  MA Turunkan Vonis Ferdy Sambo, Kuasa Hukum Brigadir J: Kecewa!

“Produk kita bagus-bagus, dulu kita kalah telak sama Vietnam dan Thailand, sekarang kita mulai membangun dari makanan. Contoh sederhana seperti sayur, daging, contoh kecil lagi ikan, kerupuk, sambal, itu semua sudah mulai menang sama Thailand,” ujarnya.

Diketahui, dalam rapat kerja Kemendag 2024 ini, Zulkifli juga menekankan tiga aspek penting untuk memperkuat perdagangan Indonesia kedepannya. Ketiganya yakni menciptakan pasar yang berkelanjutan, memperkuat produksi UMKM yang berkualitas ekspor, dan memperluas pasar non-tradisional.

Halaman Selanjutnya

Sementara dari sisi produk, Zulhas mengatakan bahwa beberapa komoditas yang bisa dikembangkan untuk pasar-pasar non-tradisional itu. Misalnya seperti makanan dan minuman, daging, sayur-sayuran, pakaian, sepatu, dan lain sebagainya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *