Dunia Serba Digital, Penguatan SDM Mendesak

Berita353 Dilihat

Jakarta: Indonesia menghadapi tantangan global yang tak mudah, salah satunya terkait digitalisasi di segala lini. Penguatan sumber daya manusia (SDM) di ranah digital dinilai mendesak.
 
Hal tersebut yang menginisiasi perusahaan pelat merah menggandeng generasi milenial untuk meningkatkan kualitas di ranah digital. Salah satunya, mengenalkan dunia coding untuk siswa sekolah dasar.
 
“Program ini adalah solusi untuk peningkatan kesetaraan kesempatan. Kami percaya bahwa semua anak-anak bisa memiliki kesempatan yang sama dengan yang lain, termasuk kesempatan akses pendidikan masa dini yang terbukti dapat meningkatkan peluang,” kata EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 Agustus 2023.
 
Menurut dia, program yang diinisiasi bersama Dasha Artha itu bertujuan mengenalkan teknologi sekaligus edukasi pada anak usia dini. Bertajuk PLN Peduli, pengenalan coding dilakukan di SD Manaratul Islam.
 

Gregorius mengatakan program semangat menyasar anak-anak usia dini. Sebab, usia dini atau masa golden age merupakan periode yang paling penting dalam perkembangan seorang anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Anak-anak tidak bisa mencapai potensi maksimal mereka karena kita kurang berinvestasi di masa mereka sedang berkembang paling cepat,” ujarnya.
 
Dia optimistis siswa di Manaratul Islam memiliki kesempatan sama berkompetisi di kancah global. Keyakinan itu ditunjang edukasi berstandar tinggi yakni pengenalan coding.
 
Chairman Dasha Artha Guna Ciptakarya, George Gouw, sepakat dengan pernyataan Gregorius. Menurut dia, pendidikan coding usia dini melalui aplikasi Homer Learning dan CodeSpark efektif memberikan wawasan baru.
 
“Pendidikan dini itu yang diperlukan seluruh setiap bangsa untuk maju, setiap bangsa yang sekarang maju itu dimulai dari pendidikan dini,” kata George.
 
Langkah PLN, kata dia, dapat menginspirasi BUMN lain untuk mengadakan program serupa. Sehingga, ada penguatan SDM sejak dini untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
 
“Anak sudah dibiasakan dengan cara berpikir coding sehingga nanti ketika dewasa hanya tinggal bahasanya saja. programnya anak akan berpikir bermain padahal belajar, seperti looping, problem solving,” ujarnya.
 
George mengatakan program ini akan berlangsung secara berkelanjutan mulai dari pendidikan tingkat SD hingga vokasi bahkan UMKM. Dengan begitu diharapkan Indonesia bisa mempunyai sumberdaya unggul dalam dunia coding.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(ADN)

Quoted From Many Source

Baca Juga  KPK Belum Tangkap Buron Harun Masiku, Ada Pejabat Parpol yang Terlibat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *