Ditanya Soal Capres, Menkes Budi Titip Ini Buat Majukan Sektor Kesehatan

Berita45 Dilihat

Sabtu, 3 Februari 2024 – 16:34 WIB

JAKARTA – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjadi salah satu jajaran menteri yang ikut diajak oleh Presiden Jokowi untuk minum kopi bersama di daerah Malioboro, Yogyakarta pda Selasa 30 Januari 2024 lalu. 

Baca Juga :

Lempar Salam Tiga Jari saat Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud, Nama Ahok Menggema di GBK

Keikutsertaan Menkes Budi dalam acara tersebut, sempat menarik perhatian publik lantaran Menkes menggunakan kaus hitam bergambar wajah Presiden Jokowi. Yuk, scroll untuk tahu informasi selengkapnya.

Dalam kegiatan ngopi bareng itu, Menkes memadukan kaus hitam dengan celana panjang hitam dan sneakers berwarna senada. Tak hanya Menkes, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono juga terpantau ikut dalam acara tersebut.

Baca Juga :

Guru Besar dan Alumni Unpad Sentil Jokowi Lewat Petisi: Kita Suarakan Terus Menerus

Di sisi lain, jelang Pemilu yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024 mendatang, Menkes Budi memiliki harapan tersendiri dari sektor kesehatan untuk calon pemimpin Indonesia periode 2024-2029.

Baca Juga :

Mahasiswa Unram Desak Guru Besar Bikin Petisi Kritik Jokowi: Harus Ikut Kawal!

Menkes berharap agar pemimpin negara selanjutnya bisa melihat kesempatan besar dari bonus demografi yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu 6 tahun ke depan. Bonus demografi ini bisa menjadi kesempatan besar untuk Indonesia menjadi negara maju. 

“Imbauan saya ke siapapun pemimpin kita, waktu kita untuk capai puncak demografi itu tinggal 6 tahun lagi. Ini merupakan momentum windows of opportunity atau kesempatan besar untuk kita menjadi negara maju,” kata dia kepada awak media saat ditemui di kawasan Jakarta Timur, baru-baru ini.

Lebih lanjut Menkes membeberkan, salah satu kriteria sebuah negara dikatakan maju jika dilihat dari sisi ekonomi adalah peningkatan pendapatan per kapita penduduknya. Hingga saat ini, Menkes menyebut bahwa pendapatan masyarakat tanah air rata-rata masih Rp5 juta. Sementara kategori pendapat masyarakat di negara maju bisa mencapai Rp15 juta per bulan.

Baca Juga  Jasa Tukang Bangunan Di Kota Bekasi Terkini

“Negara maju itu pendapatan per kapitanya 3 kali dari sekarang. Dari 6-11 tahun, 5 tahun setelah puncak itu masih ada efeknya. Kita harus naikin pendapatan per kapitanya Rp5 juta per bulan jadi Rp15 juta per bulan. Itu kita usahakan,” jelasnya.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh calon pemimpin di masa depan kata Menkes, untuk bisa menjadikan Indonesia menuju Indonesia emas adalah dengan memerhatikan kesehatan masyarakatnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

“Untuk itu kan perlu sehat kalau enggak sehat gimana mau dapat itu. Makanya penting sekali untuk siapapun pemimpin kita bahwa masyarakat Indonesia harus sehat,” ujarnya.

Menkes juga berharap agar ke depannya calon pemimpin bangsa ini bisa fokus untuk menjaga kesehatan masyarakat tanah air.

“Kalau saya fokusnya tetap menjaga sehat jangan nunggu lebih sakit. Kalau sehat kan enak bisa kerja bisa produktif, bisa jalan-jalan. Kalau sakit di rumah sakit, sebagus-bagusnya rumah sakit, mending tinggal di rumah sendiri. Maka fokus strateginya, menjaga tetap sehat jangan sampai sakit,” pungkas Menkes Budi.

Halaman Selanjutnya

Lebih lanjut Menkes membeberkan, salah satu kriteria sebuah negara dikatakan maju jika dilihat dari sisi ekonomi adalah peningkatan pendapatan per kapita penduduknya. Hingga saat ini, Menkes menyebut bahwa pendapatan masyarakat tanah air rata-rata masih Rp5 juta. Sementara kategori pendapat masyarakat di negara maju bisa mencapai Rp15 juta per bulan.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *