Biar Gak Ketipu Investasi Bodong, OJK Dorong Pemahaman Keuangan Digital Masyarakat

Berita209 Dilihat

Bandung: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong masyarakat untuk lebih memahami berbagai produk dan layanan jasa keuangan yang berbasis digital seperti financial technology (fintech) melalui kegiatan literasi keuangan, agar masyarakat semakin memahami risiko dan terhindar dari permasalahan produk atau layanan keuangan digital yang digunakan.
 
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, pemahaman yang baik tentang keuangan digital menjadi kunci dalam memastikan masyarakat dapat menggunakan layanan keuangan digital dengan bijak.
 
“Semakin tinggi tingkat literasi digital, semakin besar kemampuan masyarakat dalam mengenali risiko yang mungkin timbul saat menggunakan layanan keuangan digital. Dengan pemahaman yang baik, maka konsumen dapat mengambil keputusan dan langkah yang tepat untuk memitigasi risiko tersebut,” kata Ogi pada kegiatan Sosialisasi Digital Financial Literacy (DFL) di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas, Bandung, dikutip dari siaran pers, Selasa, 1 Agustus 2023.

Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Ogi menyampaikan literasi digital juga berperan dalam membuka akses ke peluang investasi yang lebih luas melalui platform investasi berbasis digital dengan disertai pemahaman risiko dan mekanisme investasi yang baik. Selain itu, literasi digital mendorong masyarakat untuk mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas dan sifatnya jangka panjang.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ogi juga mengingatkan mahasiswa untuk mewaspadai risiko dan modus penipuan yang baru seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi dan layanan keuangan digital.
 
“Dengan memahami prinsip dasar keamanan siber dan menjaga informasi sensitif yang kita miliki, maka kita dapat memitigasi potensi risiko yang terkait dengan keamanan siber dan penyalahgunaan data pribadi dalam layanan keuangan digital,” kata Ogi.
 
Ketua STIE Ekuitas Mokhamad Anwar mengungkapkan harapannya agar mahasiswa sebagai generasi Z dan Milenial yang memiliki potensi besar menjadi pengguna terbesar layanan keuangan digital di masa depan dapat memahami proses bisnis layanan keuangan digital, memahami risiko, dan mitigasi risiko yang perlu disiapkan.
 
“Diharapkan para mahasiswa sekaligus menjadi pionir dan kepanjangan tangan (agen) dari OJK dalam memberikan literasi keuangan digital ke masyarakat luas di lingkungan sekitar,” kata Anwar.
 

Inisiatif OJK tingkatkan literasi masyarakat

Diketahui, program DFL ini merupakan inisiatif OJK untuk meningkatkan literasi masyarakat khususnya mahasiswa melalui program edukasi yang ditampilkan dalam bentuk modul sosialisasi, e-book, video animasi, dan smart games.
 
OJK terus berkomitmen dalam meningkatkan literasi keuangan digital melalui program yang inovatif kepada generasi milenial dan berkolaborasi dengan stakeholder terkait antara lain Lembaga Jasa Keuangan, penyelenggara fintech, dan asosiasi di bidang fintech.
 
Kolaborasi ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang berkelanjutan mengenai produk dan layanan keuangan digital serta tips-tips dalam memitigasi risiko yang terkait dengan teknologi.
 
Selain itu, program serupa diharapkan dapat mendorong minat mahasiswa untuk mengembangkan talenta di bidang digital, sehingga di masa depan Indonesia akan memliki talenta digital yang siap membangun perekonomian Indonesia.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(HUS)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Merosot ke 6.887

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *