Apakah Menggosip Mengurangi Pahala Puasa?

Berita19 Dilihat

Selasa, 26 Maret 2024 – 01:30 WIB

Jakarta – Di bulan suci Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia berpuasa sebagai bagian dari kewajiban agama mereka. Puasa bukan hanya menahan diri dari makan, minum, dan nafsu selama waktu tertentu, tetapi juga mencakup pengendalian diri terhadap perilaku dan ucapan.

Baca Juga :

Sengaja Tidak Berpuasa saat Ramadhan, Siap-siap Anda Bakal Dihukum Penjara di Negara Ini

Salah satu aspek penting dalam menjalani puasa adalah menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat atau bahkan berdosa. Satu hal yang sering menjadi perhatian adalah bergibah atau bergosip. Pertanyaannya adalah, apakah berbicara tentang orang lain ini dapat menghilangkan pahala puasa?

Bergibah atau bergosip merujuk pada mengungkapkan hal-hal negatif tentang seseorang di belakangnya, tanpa kehadiran mereka, yang jika mereka tahu akan merasa terhina atau terluka. Ini mencakup mengungkapkan rahasia seseorang, mencela atau mencemooh mereka, atau menyebarkan fitnah atau gosip yang tidak benar.

Baca Juga :

Ramadhan, Puluhan Ribu Alquran ‘Ditebar’ di Seluruh Indonesia

Ilustrasi bergosip/gibah.

Puasa tidak hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang pengendalian diri secara menyeluruh. Ini termasuk pengendalian lisan. Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga lisan kita: Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan keji dan perbuatan yang sia-sia, maka Allah tidak membutuhkan dia meninggalkan makanan dan minumnya. (HR. Bukhari)

Baca Juga :

Membangun Kebiasaan Makan Sehat pada Anak, Peran Orang Tua dalam Memilih Camilan

Hal ini juga sama seperti yang tertuang dalam Kitab Fikih Sehari-hari Mazhab Syafi’i karya A.R Shohibul Ulum, hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa antara lain meninggalkan salat fardhu, berdusta, gibah (menggunjing), adu domba (naminah), jual beli yang diharamkan, mubazir saat berbuka, dan lainnya.

Baca Juga  Drone Misterius Bunuh Tentara Amerika, Donald Trump: Serangan Kurang Ajar!

Bahkan, ketika sedang tidak di bulan Ramadhan, gibah atau bergunjing juga harus dihindari di kehidupan sehari-hari. Ini karena gibah dapat mengakibatkan putusnya ukhuwah, rusaknya kasih sayang, timbulnya permusuhan, tersebarnya aib, hingga lahirnya kehinaan, seperti dinukil dari Awas! Bahaya Lidah karya Aidh Abdullah Al-Qarni.

Larangan gibah ada pada Al-Qur’an surah Al Hujurat ayat 12.“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Halaman Selanjutnya

Bahkan, ketika sedang tidak di bulan Ramadhan, gibah atau bergunjing juga harus dihindari di kehidupan sehari-hari. Ini karena gibah dapat mengakibatkan putusnya ukhuwah, rusaknya kasih sayang, timbulnya permusuhan, tersebarnya aib, hingga lahirnya kehinaan, seperti dinukil dari Awas! Bahaya Lidah karya Aidh Abdullah Al-Qarni.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *